Sejarah Kepemimpinan Partai Buruh di Australia

Awal Berdirinya Partai Buruh

Tidak ada yang tahu secara pasti kapan berdirinya Partai Buruh di Australia. Namun jika dilihat dari aktivitasnya, partai ini diperkirakan muncul pada tahun 1891 di Barcaldine, Queensland. Saat itu beberapa buruh sering berkumpul disana untuk membahas terkait masalah perpolitikan namun kiprah Partai Buruh belum terlihat nyata dan kurang begitu berhasil di Queensland.

Keberhasilan Partai Buruh justru didapat New South Wales, partai ini berhasil merebut 35 dari 141 kursi parlemen negara bagian pada saat pemilu tahun 1891. Sejak saat itu, Partai Buruh mulai dikenal oleh kalangan luas. Pada tahun 1893, Queensland dan Australia Selatan juga ikut terkejut akan kehadiran Partai Buruh yang berhasil ikut mewarnai sistem pemilu.

Perkembangan partai ini terus menjalar kemana-mana hingga seluruh negara bagian. Bahkan, pada tahun 1899, dibawah Anderson Dawson partai ini sempat menguasai Queensland dan membentuk parlemen negara bagian. Kondisi ini menempatkan Partai Buruh Australia menjadi Partai Buruh terbaik di dunia, namun sayangnya kekurangsolidan para pendukung dan banyaknya masalah politik membuat parlemen yang dibentuk oleh partai tersebut hanya dapat bertahan selama satu minggu.

Kondisi internal partai saat itu masih sangat tidak stabil, banyak terjadi gejolak dan perbedaan antar anggota partai, misalnya dalam hal pembahasan tentang pembentukan negara federasi dan konstitusinya. Sebagian anggota setuju dengan bentuk negara federasi dan konstitusi yang ada saat itu, sedangkan sebagian lainnya menolak karena menganggap bentuk konstitusi dan federasi terlalu “kuat”, terlalu kolonialis dan anti reformis. Dikhawatirkan kondisi yang sedemikian itu dapat membuat negara menjadi lupa akan buruh dan berbagai masalah sosial serta semakin menindas buruh

Meskipun banyak terjadi pertentangan secara internal, tetapi tidak sampai membuat Partai Buruh menjadi pecah. Partai ini justru menjadi semakin kuat dan disukai oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan keberhasilan Partai Buruh menyelenggarakan pertemuan tingkat federal (semacam kaukus) pada tanggal 8 Mei 1901 di Parliament House, Melbourne. Pada pertemuan tersebut dibahas tentang pembentukan struktur organisasi Partai Buruh tingkat Federal dan berbagai masalah lainnya. Pertemuan ini dijadikan sebagai patokan tanggal berdirinya Partai Buruh Australia tingkat federal.

Perdana Menteri Pertama

Partai Buruh Australia pun tumbuh dengan begitu pesat, tiga tahun sejak pertemuan itu Partai Buruh berhasil merebut kursi perdana menteri pada tahun 1904. Chris Watson menjadi orang pertama yang berhasil menjadi Perdana Menteri dari Partai Buruh. Sayang usia pemerintahannya hanya berlangsung selama empat bulan, hal ini disebabkan karena kurangnya jumlah aggota parlemen dari Partai Buruh yang dapat menjadi penyangga kestabilan politik.

Namun Partai Buruh dapat bangkit denga cepat. Pada tahun 1908, Partai Buruh kembali memenangi suara dan menempatkan Andrew Fisher sebagai Perdana Menteri. Pada era inilah Partai Buruh berhasil menguasai kursi parlemen dan legislatif bikameral. Kesuksesan Partai Buruh tidak hanya di tingkat federal tetapi juga tingkat negara bagian. Hampir semua negara bagian di Australia dikuasai oleh Partai Buruh, mulai dari Australia Selatan, Australia Barat, New South Wales hingga Queensland. Hanya Victoria yang masih berada dibawah kekuatan Partai Liberal

Jabatan Perdana Menteri pun dipegang selama delapan tahun berturut-turut, yakni Andrew Fisher (1908-1915) dan Billy Hughes (1915-1916). Keberhasilan ini disebabkan karena partai terus melakukan inovasi dalam menjalankan pemerintahan salah satunya adalah membentuk Sistem Arbritase Federal yang berfungsi untuk menyelesaikan berbagai masalah perselisihan yang terkait dengan hubungan industrial.

Partai ini berafiliasi menjadi sebuah partai yang demokratis sosialis dan dalam setiap kampanyenya menyebutkan berkomitmen untuk membentuk kebijakan ekonomi yang sosialis. Sayangnya janji tersebut banyak dikritik oleh kelompok sosialis karena seringkali tidak direalisasikan. Masalah upah kesejahteraan para buruh tetap saja terbengkalai dan kurang teratasi dengan baik. Selain itu, Partai Buruh juga tidak pernah menasionalisasi perusahaan apapun sebagai bukti keberpihakan pada rakyat sehingga partai ini cenderung dianggap menganut aliran kapitalisme.

Satu-satunya Perdana Menteri dari Partai buruh yang pernah melakukan nasionalisasi adalah Ben Chifley. Dia pernah melakukan upaya untuk menasionalisasi bank-bank swasta pada tahun 1940-an meskipun akhirnya gagal. Upaya nasionalisasi ini pun bukan atas inisiatif dari partai tetapi atas perintah Inkonstitusional dari Pengadilan Tinggi Australia saat itu.

Pendukung Kebijakan Australia Putih

Partai ini merupakan pendukung utama Kebijakan Australia Putih (White Australia Policy), sebuah kebijakan yang melarang imigran non Eropa untuk datang ke Australia. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kemurnian ras eropa yang ada di Australia, ras ini dianggap sebagai ras terbaik sehingga tidak boleh tercampur oleh ras manapun, paham ini banyak digunakan oleh negara-negara pada abad ke-19 sebagai penumbuh rasa nasionalisme. Selain itu, alasan utama dukungan partai ini terhadap kebijakan tersebut adalah kekhawatiran akan terjadinya persaingan upah buruh karena buruh dari luar Eropa umumnya memiliki harga yang lebih murah sehingga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan para buruh asal Eropa yang ada di Australia.

Kebijakan ini ternyata memiliki dampak yang sangat buruk terhadap perekonomian Australia. Dampak tersebut mulai terasa setelah Perang Dunia Kedua dimana Australia mengalami krisis tenaga kerja yang produktif. Kondisi ini memaksa Partai Buruh untuk membuka mata dan menganggap Kebijakan Australia Putih sudah tidak relevan terhadap perekonomian di Australia. Pemerintahan Chifley akhirnya memutuskan untuk membuka keran imigrasi dari berbagai negara. Meski demikian, partai belum sepenuhnya setuju untuk membuka diri terhadap imigran asing dan berusaha untuk membatasi jumlah imigran asing di Australia. Sikap ini diambil untuk mencegah efek negatif dari membanjirnya jumlah buruh disana. Barulah, pada tahun 1967 setelah pemerintahan Arthur Calwell, Partai Buruh mulai membuka diri terhadap kehadiran imigran asing serta menganggapnya sebagai warna baru dalam multikulturalisme di Australia.

Pendukung Utama Pasukan Sekutu

Terkait dengan Perang Dunia II, Partai Buruh termasuk pendukung utama pasukan sekutu. Saat Perang Dunia II meletus, Australia masih mengalami masalah gejolak politik karena memiliki parlemen menggantung (Hung Parliament). Partai Serikat (United Australia Party) memiliki jumlah parlemen yang hampir sama dengan Partai Buruh, kunci suara terletak pada Independen. Independen yang awalnya memihak kepada Partai Serikat dan membentuk pemerintahan koalisi bersama, ternyata justru berhenti di tengah jalan. Independen memilih untuk beralih ke Partai Buruh. Akibatnya suasana politik menjadi sedikit kacau karena terjadi perubahan struktur pemerintahan.

John Curtin akhirnya ditunjuk sebagai Perdana Menteri yang baru dari Partai Buruh pada tahun 1941. Namun beberapa minggu kemudian terdapat berita yang cukup menggemparkan, dimana Singapura mengalami kejatuhan ditangan Jepang. Australia pun turut diserang oleh Jepang, namun serangan tersebut selalu gagal karena adanya bantuan dari pasukan Inggris dan negara federasi lainnya. Australia terus berusaha untuk menjalin aliansi agar memiliki kekuatan militer yang lebih kuat, salah satunya dengan membentuk Aliansi Australia-Amerika Serikat (Cikal bakal lahirnya ANZUS).

Langkah yang ditempuh oleh Curtin ternyata berhasil dalam mempertahankan kedaulatan Australia, Curtin dikenal sebagai sosok pemimpin yang kuat dan tangguh dalam segala medan. Akan tetapi usianya tidak terlalu panjang, beberapa hari menjelang berakhirnya perang pada tahun 1946 Curtin ditemukan meninggal di kantor. Posisi Curtin ini digantikan oleh Ben Chifley.

Chifley berusaha untuk melakukan transisi pasca Perang Dunia II melalui berbagai upaya perbaikan ekonomi terus dilekukan. Perang yang telah membawa banyak kerugian membuat Australia harus segera untuk berbenah diri. Chifley melakukan sentralisasi ekonomi agar perekonomian Australia dapat lebih mudah untuk dikendalikan. Berbagai bank swasta di swasta juga turut di sentralisasi, namun upaya ini belum membuahkan hasil yang begitu menggembirakan. Kondisi ekonomi semakin kacau. Banyak terjadi pemogokan tenaga kerja karena tidak setuju dengan langkah ekonomi Chifley.

Pada pemilu tahun 1949, Chifley gagal terpilih kembali, kalah oleh Robert Menzies yang didukung oleh Koalisi Partai Liberal dan Nasional. Koalisi ini berhasil merebut 74 kursi di parlemen, sedangkan Partai Buruh hanya dapat merebut 47 kursi. Partai Buruh mulai mengalami masa-masa sulit dan sering mengalami kegagalan dalam setiap pemilu berikutnya. Partai ini terpaksa menjadi oposisi selama 23 tahun karena gagal merebut mayoritas suara.

Kebuntuan tersebut akhirnya terpecahkan pada tahun 1972 dimana Gough Withlam dari Partai Buruh terpilih menjadi Perdana Menteri. Kepemimpinan tersebut diwarnai oleh berbagai gejolak politik seperti krisis konstitusional Australia pada tahun 1975. Withlam akhirnya kalah pada pemilu tahun 1975.

Kondisi ini tidak berlangsung lama karena pada tahun 1983, Partai Buruh berhasil menempatkan Bob Hawke sebagai Perdana Menteri dari tahun 1983 hingga 1991. Kepemimpinan Bob Hawke dilanjutkan oleh Paul Keating yang berhasil terpilih pada tahun 1991 hingga tahun 1996. Kursi Perdana Menteri akhirnya jatuh pada John Howard dari Partai Liberal.

John Howard akhirnya dikalahkan oleh Kevin Rudd pada tahun 2007. Partai Buruh pun akhirnya terus berkuasa hingga kini. Kevin Rudd berkuasa hingga tahun 2010, semasa pemerintahannya terjadi parlemen menggantung yang membuatnya harus menyelenggarakan pemilu dengan segera. Ia dikalahkan oleh wakilnya sendiri, Jullia Gillard pada pemilu tahun 2010 namun yang terpenting kursi kekuasaan masih tetap berada di tangan Partai Buruh.

1 Response so far »

  1. 1

    tyo said,

    kak niam

    wah siiiipppp bangt nech…bisa untuk bahan bacaan


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: