Masalah Kebijakan Kesehatan Australia

(Persaingan Partai Politik hingga Negara Bagian)

Berbicara tentang masalah kebijakan kesehatan di Australia, maka berarti kita berbicara tentang dua hal: Politik dan Kesehatan. Kedua hal tersebut saling berkaitan dan memengaruhi antar satu sama lain. Politik Australia tidak dapat berdiri tanpa adanya kesehatan, Kesehatan Australia juga tidak dapat berdiri tanpa adanya kebijakan politik.

Di Australia, masalah kebijakan kesehatan sering dijadikan sebagai senjata politik untuk menyerang lawan politiknya. Setiap pihak memiliki cara pandang yang berbeda dalam menentukan kebijakan kesehatan. Ada pihak yang mendukung liberalisasi dalam bidang kesehatan, ada pula pihak yang mendukung nasionalisasi bidang kesehatan. Pihak yang mendukung liberalisasi biasanya berasal dari Partai Liberal dan Partai Nasional, sedangkan pihak yang mendukung nasionalisasi biasanya berasal dari Partai Buruh.

Partai Buruh selalu berada di pihak Liberalis Sosialis yang berpendapat bahwa kesehatan seharusnya dibiayai dari pajak dan sektor publik lainnya agar posisi kesehatan dapat dijangkau oleh siapapun dengan biaya yang terjangkau (asas kesetaraan). Oleh karena itu, produk kebijakan yang biasanya dikeluarkan oleh Partai Buruh adalah asuransi kesehatan untuk semua masyarakat dan berbagai produk kesehatan yang bersifat publik.

Sedangkan Partai Liberal selalu berada di pihak Individualis Liberalis yang berpendapat bahwa kesehatan seharusnya dibiarkan untuk berkembang dengan sendirinya. Intervensi dari pemerintah harus semakin dikurangi karena dapat menghambat kemajuan bidang kesehatan. Semakin banyak diintervensi, maka semakin kecil kemungkinan Australia untuk dapat bersaing di level dunia.

Mengapa kesehatan di Australia menjadi sedemikian penting? Ternyata selain menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, kesehatan di Australia juga telah berubah menjadi industri yang sangat menggiurkan. Industri kesehatan Australia memiliki peluang yang sangat besar dan potensi keuntungan yang sangat besar, bahkan hingga lima kali lipat potensi keuntungan di Industri Pertahanan.

Dalam sebuah survei yang dilaksanakan oleh Institut Kesejahteraan dan Kesehatan Australian disebutkan bahwa pada tahun 2003, biaya untuk belanja kesehatan di Australia mencapai 9,5 persen dari total PDB (bandingkan dengan Indonesia yang hanya 2% dari PDB). Apalagi kecenderungan untuk belanja di bidang kesehatan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Masyarakat Australia sangat peduli terhadap kondisi kesehatan mereka.

Industri kesehatan pun kian menjanjikan dan diperebutkan oleh banyak investor. Disini juga terjadi pertentangan antara Partai Liberal dan Partai Buruh. Menurut Partai Liberal, industri kesehatan harus dilepas agar dapat berkembang dan menghasilkan banyak devisa untuk negara. Akan tetapi menurut Partai Buruh, industri kesehatan yang sedemikian menggiurkan ini harus dikontrol agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh pihak swasta. Pemerintah harus berperan agar tidak terjadi penyelewengan fungsi kesehatan yang sebenarnya.

Dalam hal kesehatan, kedua partai ini selalu bertentangan. Partai Liberal didukung oleh para dokter dan penyedia layanan kesehatan, sedangkan Partai Buruh banyak didukung oleh masyarakat yang menginginkan kesehatan yang murah, jika perlu kesehatan gratis. Pertentangan antara kedua negara ini memang bukan hal yang baru karena sudah sejak lama terjadi.

Pada tahun 1940-an, isu kesehatan sempat mencuat di permukaan dan menimbulkan banyak pro dan kontra. Pemerintah berkuasa saat itu berencana untuk membuat kebijakan kesehatan murah berupa penerbitan kartu asuransi jaminan kesehatan dan rumah sakit gratis kepada masyarakat miskin.

Usaha ini ditentang oleh banyak industri kesehatan dan perserikatan dokter di Australia. Negara bagian pun terbelah menjadi dua golongan; golongan pertama setuju dengan usulan pemerintah (New South Wales, Queensland dan Tasmania), dan golongan kedua menolak usulan pemerintah (Victoria, Australia Barat dan Australia Selatan).

Golongan yang menolak tersebut melakukan pemboikotan terhadap kebijakan pemerintah dengan tetap menerapkan biaya kesehatan kepada para pasien. Lembaga Profesional (semacam Ikatan Dokter) juga turut memboikot kebijakan tersebut, akibatknya kebijakan tidak dapat berjalan dengan lancar dan terpaksa dihentikan oleh pemerintah federal.

Hal ini memang cukup memalukan di mata internasional karena kebijakan yang sudah dibuat terpaksa harus ditarik kembali. Memang posisi pemerintah Australia menjadi sangat terjepit antara ikatan dokter dan rakyat. Kasus tersebut diatas menjadikan pelajaran Australia untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Masalah kesehatan biasanya diambil jalur tengah dengan menghitung keuntungan rakyat dan keuntungan layanan kesehatan.

Namun bukan berarti pemerintah Australia terbebas dari masalah. Kasus tersebut kembali mencuat saat pemerintah hendak meluncurkan program asuransi Medicare di tahun 1983. Program asuransi kesehatan nasional tersebut malah sempat ditentang oleh kedua pendukung. Pendukung liberal mengatakan bahwa program tersebut menghambat liberalisasi di bidang kesehatan sedangkan pendukung buruh mengatakan bahwa program tersebut terlalu liberal.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengajak semua pihak baik dari pemerintah federal maupun dari negara bagian untuk saling berunding memutuskan permasalahan Medicare tersebut. Melalui Perjanjian Layanan Kesehatan Australia (Australian Health Care Treaty), akhirnya diputuskan bahwa program tersebut tetap dilaksanakan tetapi dengan catatan diadakannya evaluasi setiap lima tahun sekali.

Perseteruan antar dua kubu tersebut terus berlangsung dan berdampak hingga pada tataran negara bagian. Setiap kali ada program dan kebijakan kesehatan yang diluncurkan oleh pemerintah federal selalu ada negara bagian yang menolak program tersebut,baik karena alasan politis maupun ekonomis.

Demikian pula saat pemerintah federal meluncurkan sebuah aturan baru terkait masalah kesehatan di bidang alkohol. Isi kebijakan tersebut diantaranya adalah perubahan batas minimum usia penggunaan alkohol dari 21 menjadi 18 tahun, serta berbagai aturan terkait pajak alkohol dan batasan penggunaannya.

Kebijakan ini ternyata tidak dapat lepas dari pro dan kontra dari negara bagian. Saat kebijakan tersebut diluncurkan, ada negara bagian yang masih kurang setuju dan memutuskan untuk mempertimbangkan penerapannya. Tidak semua negara bagian langsung sepakat terhadap kebijakan pemerintah federal. Sebagian beranggapan bahwa alkohol sudah menjadi budaya hidup masyarakat australia sehingga penerapannya dapat mengganggu perekonomian rakyat yang sudah lama bergantung pada produksi minuman keras. Sedangkan sebagian lain memiliki pertimbangan politis seperti perbedaan pandangan dan partai politik.

Australia Barat pertama kali menyetujui dengan membuat peraturan Liquor Control Act 1988 dan Liquor Control Regulations 1989. Australia Selatan baru menerima peraturan tersebut pada tahun 1997 melalui Liquor Licensing Act 1997. Victoria menerima pada tahun 1998 melalui Liquor Licensing Reform Act 1998. Sedangkan New South Wales baru menerima peraturan tersebut pada tahun 2007 melalui Liquor Act 2007.

Berdasarkan paparan tersebut diatas, kita dapat melihat bagaimana masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat pelik di mata masyarakat Australia. Sedemikian pentingnya masalah kesehatan Australia hingga negara bagian tidak segan untuk saling berselisih pendapat dengan negara bagian lain, bahkan menentang peraturan dari pemerintah federal.

 

Muh. Miftachun Niam

Ilmu Hubungan Internasional

Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Universitas Slamet Riyadi Surakarta

 

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    dana said,

    joss,sapi derman


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: