Masalah Kesehatan Amerika Serikat

BAB I

PENDAHULUAN

Di Amerika Serikat, sebagian besar pelayanan kesehatan dikelola oleh pihak swasta, salah satu contohnya adalah masalah asuransi. Hampir semua perusahaan asuransi di AS berada di tangan swasta sehingga peran pemerintah dalam mengatasi masalah asuransi sangatlah terbatas.

Pemerintah federal AS hanya bisa mengatur masalah asuransi yang sifatnya kurang ekonomis untuk nilai bisnis seperti Medicare, Medicaid, TRICARE, Program Asuransi Kesehatan Anak (Children’s Health Insurance Program), dan Administrasi Kesehatan Veteran (Veteran Health Administration). Kelima jenis administrasi tersebut ditangani pemerintah karena tidak adanya perusahaan swasta yang tertarik dengan asuransi jenis itu. Dari segi ekonomi, kelima asuransi tersebut memiliki resiko yang sangat besar namun keuntungan yang didapat sangatlah kecil.

Lemahnya kemampuan pemerintah AS dalam mengatur masalah asuransi menjadikan banyak rakyat AS yang menderita. Selama ini perusahaan asuransi swasta selalu mengincar masyarakat kalangan menengah keatas karena dianggap lebih menguntungkan daripada masyarakat kalangan menengah kebawah. Akibatnya banyak masyarakat kalangan menengah kebawah yang tidak tersentuh oleh program asuransi kesehatan.

Biro Sensus AS (The US Censuss Beureau) mencatat bahwa pada tahun 2009 masih terdapat 50,7 juta penduduk atau sekitar 16,7% masyarakat AS yang tidak tersentuh oleh program asuransi. Sebagian besar dari mereka adalah masyarakat kalangan menengah kebawah yang tidak diperhatikan oleh perusahaan asuransi karena dianggap kurang menguntungkan perusahaan.[1][2][3] Tingginya biaya kesehatan di AS ditambah tidak ada jaminan kesehatan terhadap masyarakat menengah kebawah membuat sebagian besar warga AS lebih memilih untuk berobat ke luar negeri yang biayanya lebih murah dan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan AS.[4]

Kondisi ini tentu saja merugikan keuangan AS, karena uang dan pendapatan kesehatan yang seharusnya masuk kedalam AS justru masuk ke negara lain. Jika ditotal, kerugian yang diderita oleh AS akibat banyaknya warga yang berobat keluar negeri, sangatlah besar. Banyak potensi pendapatan negara yang akhirnya terbuang sia-sia.[5]

Warga AS tergolong masyarakat yang sangat memperhatikan masalah kesehatan. Biaya yang mereka keluarkan untuk kesehatan sangat tinggi, hampir setara dengan biaya konsumsi sehari-hari. Kesadaran warga AS akan kesehatan sangat tinggi. Sayangnya, tingginya kesadaran ini tidak diimbangi oleh biaya pengobatan di AS. Biaya pengobatan di rumah sakit AS terlalu mahal sehingga masyarakat banyak memilih untuk berobat di luar negeri.[6]

Dampak lain dari lemahnya regulasi AS dalam mengatur masalah kesehatan adalah semakin merosotnya jumlah pengusaha di AS. Tingginya biaya kesehatan di AS membuat banyak pengusaha yang akhirnya bangkrut karena tidak mampu memenuhi standar kesehatan dirinya, perusahaannya dan para pekerjanya. Pembuatan asuransi untuk sebuah perusahaan membutuhkan biaya yang sangat banyak, tak jarang jika kemudian banyak perusahaan yang melemah gara-gara permasalahan kesehatan ini.[7] Sebuah penelitian di tahun 2001 menyebutkan bahwa tingginya angka kebangkrutan perusahaan di AS banyak disebabkan oleh masalah kesehatan dan asuransi. Kedua masalah tersebut berkontribusi sebesar 46,2% penyebab bangkrutnya perusahaan di AS. Pada tahun 2007, angka tersebut meningkat menjadi 62,1% penyebab kebangkrutan di AS.[8]

Permasalahan tersebut menjadi sangat memanas, opini publik pun terbagi menjadi dua. Sebagian cenderung untuk menuntut reformasi kesehatan, sebagian lainnya cenderung menolak reformasi kesehatan. Banyak rakyat AS yang menuntut diadakannya reformasi dalam hal kesehatan. Pemerintah AS harus memegang kendali atas masalah kesehatan dan asuransi. Hal tersebut didasari pada kebutuhan dasar mayarakat AS akan perawatan, akses, keadilan, efisiensi, biaya, pilihan, nilai dan kualitas kesehatan yang lebih baik.

Namun hal ini dibantah oleh kelompok yang menolak adanya reformasi kesehatan. Penyerahan masalah kesehatan dan asuransi hanya akan menimbulkan masalah baru seperti misalnya masalah keuangan. Reformasi kesehatan hanya akan menguras banyak biaya dan anggaran pendapatan negara. AS akan menghadapi masalah ekonomi jika menyetujui agenda reformasi kesehatan.

Argumen tersebut dibantah kembali oleh kelompok yang menuntut adanya reformasi kesehatan. Anggaran dana yang dikeluarkan untuk melaksanakan reformasi kesehatan masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pendapatan yang terselamatkan. Masyarakat AS tidak perlu lagi berobat ke luar negeri sehingga biaya kesehatan tetap terjaga didalam negeri.

Reformasi kesehatan sudah mendesak untuk segera dilaksanakan terutama jika melihat angka kematian bayi dan harapan hidup di AS yang sudah memasuki angka kritis. AS memiliki angka kematian bayi yag sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara industri lainnya.[9] Begitu pula dalam hal angka harapan hidup, AS berada di peringkat ke-42 (versi WHO) dan peringkat ke-47 (versi Uni Eropa) [10] [11], AS tertinggal jauh dari negara-negara kaya yang tergabung dalam G-5 (Jerman, Perancis, Jepang dan Inggris). Tingginya biaya kesehatan di AS disinyalir menjadi penyebab utama rendahnya angka harapan hidup disana. Uniknya, harapan hidup AS tidak hanya kalah oleh negara-negara maju, tetapi juga oleh negara-negara kecil seperti Chili (Peringkat 35) dan Kuba (Peringkat 37). Harapan hidup di AS masih jauh dari rata-rata negara di Uni Eropa.[12]

Pada tahun 2000, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan The Commonwealth Fund menempatkan AS sebagai negara yang memiliki biaya kesehatan termahal di dunia.[13][14] Namun mahalnya biaya kesehatan tersebut tidak sebanding dengan kinerja layanan kesehatan yang dihasilkan, AS hanya menduduki peringkat ke-37 dari 191 negara dalam hal layanan kesehatan.[15] The Commonwealth Fund bahkan menempatkan AS peringkat terakhir dalam hal layanan kesehatan kepada masyarakat.[16]

Amerika Serikat mendapat julukan Raksasa Rapuh, sebuah negara besar dan kaya raya tetapi tak mampu memberikan perlindungan kesehatan kepada rakyatnya.[17] Pada tahun 2004 Institute of Medicine melaporkan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kurangnya asuransi kesehatan telah menyebabkan 18.000 rakyat AS meninggal setiap tahunnya hanya gara-gara penyakit ‘sederhana’. Sementara Universitas Harvard melaporkan bahwa pada tahun 2009, 44.800 rakyat AS meninggal setiap tahunnya karena kurangnya asuransi.[18]

Kuatnya desakan berbagai pihak terkait pentingnya jaminan kesehatan bagi setiap warga AS akhirnya mendorong Pemerintah AS membuat sebuah terobosan baru terkait kebijakan di bidang kesehatan. Kebijakan tersebut bernama Patient Protection Avordable Care Act (PPACC), sebuah peraturan terkait perlindungan terhadap pasien atas biaya kesehatan yang terjangkau. Peraturan ini berhasil dibuat pada tanggal 23 Maret 2010.[19]

Kebijakan ini akhirnya menjadi titik tolak bagi perkembangan kesehatan di AS dalam rangka menyejahterakan rakyatnya. Peraturan tersebut menjadi dasar hukum atas penyelenggaraan perawatan dan biaya kesehatan yang lebih terjangkau bagi setiap warga negara AS.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Fasilitas Kesehatan

Sebagian besar layanan kesehatan yang ada di Amerika Serikat berada di tangan swasta. Peran layanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah kecil. Hampir semua rumah sakit baik di tingkat federal, negara, daerah hingga pemerintah kota dikuasai oleh swasta sehingga pemerintah tidak mampu untuk mengontrol biaya kesehatan masyarakatnya.

Memang, ada beberapa fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh organisasi non profit/nirlaba tetapi jumlahnya masih sangat sedikit.[20] Fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah pun terbatas diperuntukkan untuk golongan tertentu, tidak semua masyarakat bisa mengakses fasilitas pemerintah tersebut.

Sebagai contoh, Departemen Pertahanan (The Federal Department of Defense) memiliki layanan kesehatan berupa Rumah Sakit Lapangan dan Rumah Sakit Tetap (The Military Health System) tetapi peruntukkannya hanya terbatas untuk militer yang masih aktif. Begitu pula dengan Lembaga Kesehatan Veteran (The Federal Veterans Administration) yang membuka layanan kesehatan gratis untuk para veteran. Lembaga ini didanai oleh pemerintah AS untuk mendirikan Rumah Sakit VA yang diperuntukkan khusus untuk para veteran.

Organisasi Kesehatan Indian (The Indian Health Service) juga turut membuka rumah sakit khusus suku indian dan suku-suku lainnya yang diakui oleh pemerintah. Kegiatan organisasi disponsori oleh pemerintah dan IHS bertujuan untuk menciptakan kesehatan gratis bagi para suku-suku di AS.[21] Layanan kesehatan organisasi tersebut tidak bisa diakses oleh masyarakat umum.

Penelitian dan Pengembangan Produk Kesehatan

Penelitian dan pengembangan kesehatan di AS sebagian besar dilakukan oleh swasta. Mereka secara aktif melakukan penelitian dan pengembangan obat-obatan dan alat-alat medis. Adapun untuk masalah pendanaan, swasta dan pemerintah saling berkorelasi. Jika pemerintah mengalami keterbatasan dalam pembiayaan, maka swasta yang bergerak secara aktif melakukan pendanaan untuk bidang penelitian. Pada tahun 2003, penelitian dan pengembangan kesehatan menghabiskan biaya sebesar US$ 95 Miliar. Dari jumlah itu, US$ 40 Miliar berasal dari pemerintah sedangkan sisanya US$ 55 Miliar didanai oleh swasta.[22] Kerjasama yang baik antara pemerintah dan swasta dalam hal penelitian kesehatan ini menjadikan AS sebagai negara nomor satu dalam hal inovasi di bidang kesehatan baik di bidang jenis obat baru maupun teknologi peralatan kesehatan.[23]

Pada tahun 2006 tercatat bahwa AS menjadi produsen alat kesehatan utama di dunia. AS menguasai 75% pedagangan dalam hal peralatan medis di dunia.[24] AS juga tercatat sebagai negara yang paling aktif melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut bahkan mencapai 82% dari total biaya penelitian semua negara di dunia. Tidak mengherankan jika AS menjadi produsen utama produk kesehatan.[25]

Tingginya hasil yang diperoleh dari hak paten membuat banyak ahli kesehatan AS yang saling berlomba-lomba untuk menghasilkan produk kesehatan yang baik. Mereka tidak segan untuk mengeluarkan banyak biaya dalam hal investasi bidang penelitian kesehatan.[26] Semangat yang tinggi di bidang penelitian dan pengembangan ini memang sangat baik, namun di satu sisi hal tersebut justru menjadi pendorong tingginya biaya kesehatan di AS. Menurut ekonom Dean Baker, posisi AS menjadi sangat aneh karena merajai kesehatan di dunia tapi justru melupakan kesehatan dalam negeri. Oleh karena itu, biaya penelitian dan pengembangan itu seharusnya berasal dari dana pemerintah (pajak) agar hasilnya juga dapat dinikmati oleh masyarakat banyak [27].

Biaya Kesehatan dan PDB

Tingginya biaya kesehatan di AS ternyata telah berdampak pada kondisi Produk Domestik Bruto. Warga AS mengeluarkan biaya untuk kesehatan sebesar 16% dari total PDB. Angka ini tergolong sangat tinggi dan menempati peringkat dua di dunia setelah Timor Leste dalam hal penggunaan PDB untuk kesehatan.[28]

Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan (The Health and Human Service Department) mengatakan bahwa jika masalah kesehatan ini tidak segera diatasi, maka angka penggunaan PDB tersebut akan terus menanjak hingga 19,5% pada tahun 2017.[29][30] Berikut ini adalah presentase alokasi penggunaan biaya kesehatan di AS:

  • 31% untuk biaya perawatan di rumah sakit
  • 21% untuk biaya periksa ke dokter/layanan klinis
  • 10% untuk biaya pembelian obat-obatan
  • 7% untuk biaya administrasi terkait kesehatan
  • 7% untuk investasi kesehatan
  • 6% untuk perawatan di panti jompo
  • 6% untuk biaya pengobata profesional
  • 4% untuk perawatan kesehatan gigi
  • 3% untuk pembelian produk kesehatan
  • 3% untuk pajak kesehatan.[31]

Kantor Aktuaria (The Office of the Actuary) dari Pusat Pelayanan Medicare dan Medicaid (The Center for Medicare and Medicaid Services) membuat laporan bahwa biaya untuk kesehatan di AS terlalu tinggi dan mencatat rekor dalam sejarah AS. Tingginya biaya kesehatan ini merupakan suatu pemborosan tersendiri.[32] Pada tahun 2007, biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan di AS mencapai US$ 2.260 Triliun (setara dengan Rp. 20,34 Juta Triliun) naik dari US$ 2.100 Triliun pada tahun sebelumnya. Dengan kata lain, hal ini menunjukkan bahwa setiap orang di AS mengeluarkan US$ 7.439 (setara dengan Rp. 68 Juta) dalam satu tahun hanya untuk biaya kesehatan, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$ 7.026.[33]

Angka tersebut belum seberapa jika dibandingkan pada tahun 2009, dimana dimana biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan mencapai US$ 2.500 Triliun. Jika di rata-rata, setiap tahun pengeluaran untuk kesehatan selalu meningkat hingga 6,7%. Setiap orang AS mengeluarkan US$ 8.047 untuk biaya kesehatan (Rp. 73 Juta/orang).[34] Tingginya biaya ini tidak diimbangi oleh kenaikan upah sehingga menimbulkan inflasi akut di AS.[35] Masalah inilah yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya kebangkrutan di AS pada tahun 2001.[36]

Penyebab Tingginya Pengeluaran Biaya Kesehatan

Ada beberapa kemungkinan yang bisa dijadikan alasan kenapa biaya kesehatan di AS selalu meningkat setiap tahunnya. Pertama, alat kesehatan yang digunakan tergolong alat canggih sehingga biaya yang dikeluarkan pun ikut tinggi. Kedua, Standar pelayanan kesehatan yang semakin tinggi membuat biaya kesehatan ikut naik.[37] Ketiga, Kenaikan harga obat oleh pihak swasta.[38] Keempat, tingginya biaya asuransi yang dengan mudah dikendalikan oleh swasta.[39][40] Posisi ini menempatkan AS sebagai negara yang paling mahal di bidang kesehatan. Biaya yang dikeluarkan jauh dan terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pelayanan dan hasil yang diperoleh.

Namun, ekonom Hans Sennholdz berpendapat bahwa kenaikan biaya kesehatan di AS sebenarnya dipicu oleh biaya untuk program Medicare dan Medicaid.[41] Kenaikan biaya kesehatan tidak sepenuhnya diakibatkan oleh masalah asuransi kesehatan. Survei dari Medical Expenditure Panel juga mengatakan bahwa masalah kesehatan ini tidak sepenuhnya berasal dari masalah asuransi kesehatan. Pada tahun 1996 lembaga tersebut pernah mengadakan survei dan hasilnya adalah tingginya angka pengeluaran kesehatan tidak bisa disamaratakan. Ketimpangan masyarakat AS dalam hal biaya kesehatan sangat tinggi.

Para milyarder dan jutawan di AS umumnya mengeluarkan biaya yang sangat tinggi dalam hal kesehatan. Milyarder yang jumlahnya hanya 1% dari populasi penduduk AS ini ternyata mendominasi 27% pengeluaran biaya kesehatan di AS. Sementara Jutawan yang jumlahnya hanya 5% dari populasi penduduk AS ternyata mendominasi 53% pengeluaran biaya kesehatan di AS.

Tingginya pengeluaran kesehatan bukan disebabkan oleh biaya kesehatan yang tinggi, tetapi karena ada sebagian kecil masyarakat yang mengeluarkan biaya kesehatan secara berlebihan dan mengakibatkan peningkatan angka pada tingkat nasional. Secara umum tingkat kesehatan di AS masih tergolong sangat baik.[42]

Badan Penelitian dan Kualitas Kesehatan (The Agency for Healthcare Research and Quality) juga mendukung data tersebut. Tingginya angka biaya pengeluaran kesehatan di AS, sebagian besar berasal dari para jutawan dan miliarder di AS. Para jutawan dan miliarder sangat memperhatikan kondisi kesehatan mereka sehingga tak segan untuk mengeluarkan biaya hingga jutaan dolar. Sekali lagi, secara umum tingkat kesehatan di AS baik dari biaya maupun personal masih tergolong sangat baik.[43]

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  • Sebagian besar fasilitas kesehatan AS dipegang oleh swasta. Jumlah fasilitas kesehatan yang dikelola oleh pemerintah masih sangat terbatas.
  • Biaya kesehatan di AS sangat tinggi, menduduki peringkat pertama di dunia dalam hal biaya kesehatan. Namun banyak pihak yang menganggap bahwa tingginya biaya kesehatan di AS tidak sebanding dengan pelayanannya.
  • Tingginya biaya kesehatan membuat harapan hidup di AS tergolong rendah dibandingkan dengan berbagai negara maju lainnya.
  • Tingginya biaya kesehatan juga berdampak pada PDB dan menyebabkan banyak terjadinya kebangkrutan perusahaan di AS.
  • Kenaikan biaya kesehatan di AS disebabkan oleh empat hal; Tingkat kecanggihan peralatan kesehatan, Proses pelayanan kesehatan, Kenaikan harga obat, dan Tingginya biaya asuransi kesehatan.
  • AS banyak melakukan penelitian di bidang pengembangan peralatan kesehatan dan menjadi produsen utama obat-obatan dan peralatan kesehatan di seluruh dunia. AS menguasai 75% perdagangan alat kesehatan pasar dunia.

Saran

  • Tulisan ini masih memiliki banyak keterbatasan terutama di bidang pengaruh biaya kesehatan terhadap PDB. Selain bahasanya yang sedikit rancu, juga memerlukan banyak pembenahan.
  • Tulisan ini belum membahas solusi yang dilakukan oleh pemerintah AS terhadap masalah kesehatan tersebut, termasuk salah satunya adalah dengan membuat program kesehatan PPAC tersebut.
  • Tulisan ini masih memerlukan banyak pembenahan dan penambahan materi agar dapat menambah wawasan para pembaca terkait permasalahan kesehatan di AS.

[1] U.S. Census Report. “Income, Provety, and Health Insurance Coverage in The United States: 2009”.  Hal: 22-28.

[2] Johnson, Avery. 17 September 2010. “Recession swells number of uninsured to 50.7 million”. The Wall Street Journal. Hal: A-4.

[3] Baca :

  • Wolf, Richard. 17 September 2010. “Number of Uninsured Amerincan rises to 50,7 million”. USA Today. Hal: 8
  • Walt, Carmen; Proctor Bernadette D; Smith Jessica C. 16 September 2010. “Income, Provety, and Health Insurance Coverage in The United States: 2009”. Washington DC. U.S.Census
  • Roberts, Michelle; Rhoades, Jeffrey A. 19 Agustus 2010. “The uninsured in America, first half of 2009: estimates for the U.S. civilian noninstituionalized population under age 65. Medical Expenditure Panel Survey, Statistical Brief #291”. Rockville, Md.: Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ).
  • Cohen, Robin A.; Martinez, Michael A. 22 September 2010.”Health insurance coverage: early release of estimates from the National Health Interview Survey, January–March 2010″. Hyattsville, Md.: National Center for Health Statistics (NCHS).
  • Anonim. 26 Agustus 2008. “Comparing federal government surveys that count uninsured people in America”. Minneapolis, Minn.: State Health Access Data Assistance Center, School of Public Health, University of Minnesota.

[4] “Two myths about the American health care system”. Montreal Economic Institute. June 2005.

[5] WHO (May 2009). “World Health Statistics 2009”. World Health Organization.

[6] http://www.nationmaster.com/graph/hea_ hea_ car_ fun_ pub_ per_ cap- care- funding- public- per- capita# source

[7] “Medical Debt Huge Bankruptcy Culprit – Study: It’s Behind Six-In-Ten Personal Filings”. CBS.

[8] CNN. http://money.cnn.com/ 2009/ 03/ 05/ news/ economy/ under-insured/

[9] Marian F MacDorman, Ph.D., and T.J. Mathews, M.S.. “Recent Trends in Infant Mortality in the United States”. National Center for Health Statistics, Centers for Disease Control.

[10] United Nations Department of Economic and Social Affairs “World Population Prospects: The 2006 Revision, Life expectancy at p80 ff,; infant mortality at p85 ff. Life expectancy at birth (years) 2005-2010. All data from the ranking is included, except for Martinique and Guadeloupe

[11] https://www.cia.gov/ library/ publications/ the- world- factbook/ rankorder/ 2102rank.html CIA Factbook, Life expectancy by country.

[12] https://www.cia.gov/ library/ publications/ the- world- factbook/ rankorder/ 2091rank.html CIA Factbook, Infant mortality rate by country.

[13] World Health Organization assesses the world’s health system. Release WHO/44 21 June 2000.

[14] Davis, Karen, Schoen, Cathy, and Stremikis, Kristof (June 2010).”Mirror, Mirror on the Wall: How the Performance of the U.S. Health Care System Compares Internationally, 2010 Update”. The Commonwealth Fund. Retrieved June 23, 2010.

[15] Health system attainment and performance in all Member States, ranked by eight measures, estimates for 1997

[16] Roehr, Bob (2008). “Health care in US ranks lowest among developed countries”. BMJ 337.

[17] Insuring America’s Health: Principles and Recommendations, Institute of Medicine of the National Academies of Science, 14 Januari 2004.

[18] American Journal of Public Health | December 2009, Vol 99, No.12

[19] American Journal of Public Health | December 2009, Vol 99, No.12

[20] http://www.aeaweb.org/ annual_ mtg_ papers/ 2006/ 0106_ 0800_ 020

[21] The Indian Health Service Fact Sheets

[22] EMRC WHITE PAPER: Present Status and Future Strategy for Medical Research in Europe http://www.csic.es/ vri/ otros- programas/ esf/ EMRC_ Whitepaper. pdf .hal: 16.

[23] Medical Research Spending Doubled Over Past Decade, Neil Osterweil, MedPage Today, September 20, 2005

[24] “2008 Annual Report” (pdf). PHRMA. 20 Juni 2009

[25] Stats from 2007 Europ. Fed. of Pharm. Indust. and Assoc. Retrieved June 17, 2009

[26] OECD Health Data 2009 – Frequently Requested Data

[27] Dean Baker (5 Juli 2005). “The Reform of Intellectual Property”

[28] WHO (May 2009). “World Health Statistics 2009”

[29] “National Health Expenditure Data: NHE Fact Sheet,” Centers for Medicare and Medicaid Services, referenced February 26, 2008

[30] Sean Keehan, Andrea Sisko, Christopher Truffer, Sheila Smith, Cathy Cowan, John Poisal, M. Kent Clemens, and the National Health Expenditure Accounts Projections Team, “Health Spending Projections Through 2017: The Baby-Boom Generation Is Coming To Medicare”, Health Affairs Web Exclusive, February 26, 2008. Retrieved February 27, 2008.

[31] U.S. Healthcare Costs: Background Brief.  KaiserEDU. org. See also Trends in Health Care Costs and Spending, March 2009 – Fact Sheet. Kaiser Permanente.

[32] “National Health Expenditure Data: Overview,” Centers for Medicare and Medicaid Services

[33] “National Health Expenditures, Forecast summary and selected tables”, Office of the Actuary in the Centers for Medicare & Medicaid Services, 2008. Retrieved March 20, 2008.

[34] Jones, Brent (2010-02-04). “Medical expenses have ‘very steep rate of growth'”. USA Today.

[35] Kaiser Family Foundation (2007-09-11). “Health Insurance Premiums Rise 6.1 Percent In 2007, Less Rapidly Than In Recent Years But Still Faster Than Wages And Inflation”. Press release.

[36] “Illness And Injury As Contributors To Bankruptcy”, by David U. Himmelstein, Elizabeth Warren, Deborah Thorne, and Steffie Woolhandler, published at Health Affairs journal in 2005, Accessed 10 May 2006.

[37] U.S. Congressional Budget Office, “Technological Change and the Growth of Health Care Spending,” January 2008

[38] Emily Cox, Doug Mager, Ed Weisbart, “Geographic Variation Trends in Prescription Use: 2000 to 2006”[dead link], Express Scripts, January 2008

[39] California HealthCare Foundation. http://www.chcf.org / documents/  insurance/  Health Care Costs07.pdf ” Health Care Costs 101″ 2007 Edition. Katherine B. Wilson. April 2007.

[40] Gerard F. Anderson, and Varduhi Petrosyan, “It’s The Prices, Stupid: Why The United States Is So Different From Other Countries”, Health Affairs, Volume 22, Number 3, May/June 2003.

[41] Sennholz, Hans. Why is Medical Care so Expensive?. August 22, 2006.

[42] Marc L. Berk and Alan C. Monheit, “The Concentration Of Health Care Expenditures, Revisited”, Health Affairs, Volume 20

[43] Steven B. Cohen and William Yu, “The Persistence in the Level of Health Expenditures over Time: Estimates for the U.S. Population, 2002–2003,” MEPS Statistical Brief #124, Agency for Healthcare Research and Quality, May 2006


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: